Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi secara resmi meluncurkan pengaturan koridor perjalan atau TravelCorridor Arrangement (TCA) antara Indonesia dan Singapura, Senin (12/10/2020). Retno berujar ada dua pintu masuk keluar yang disetujui kedua negara dalam hal ini. “Mengenai pintu keluar masuk atau locationuntuk sementara ada di dua titik,” kata Menlu dalam konferensi pers daring Senin (12/10/2020).

Titik pertama lewat jalur laut, melalui Terminal Ferry (pelabuhan) Tanah Merah Singapura menuju Terminal Ferry Batam Center, maupun sebaliknya. “Itu pintu masuk pertama kalau menggunakan(kapal) ferry,” ucap Menlu Adapun pintu masuk keduayaituSoekarno Hatta International AirportmenujuChangi International Airport, maupun sebaliknya.

Kemudian mengenai persyaratan PCR test, akan dilakukan dua kali, PCR pertama dalam 72 jam sebelum departure dan PCR kedua pada saat ketibaan di bandara/terminal ferry. “Predeparture PCR testresult (hasil tes PCR) akan dikeluarkanolehmutually recognized Healthcare Institutions (Kementerian Kesehatan terkait dari kedua negara),” ujarnya. DaftarrecognizedHealthcare Institutions akan segera disampaikan berdasarkan hasil kesepakatan antara Kemenkes RI dan Kemenkes Singapura.

“PCR dilakukan atas biaya sendiri oleh masing masing applicants,” tegas Menlu. Menteri Retno menegaskan TCAtidak berlakuuntuk perjalananbiasaatau wisata. TCA ini berlaku untuk perjalanan bisnisessensial danperjalanan diplomatik dan kedinasan yang mendesak

Retno mengatakan pengaturan ini akan berlaku 14 hari setelah pengumuman sesuai kesepakatan Indonesia dan Singapura. Sehingga, TCA Indonesia Singapura akan berlaku pada tanggal 26 Oktober 2020.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *