Menjelang pelaksanaan vaksinasi covid 19, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta seluruh fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, rumah sakit, maupun klinik untuk menyiapkan diri. Dalam konferensi pers yang disiarkan melalui Youtube chanel Sekretariat Presiden, Rabu (6/1/2021), Budi menuturkan, ada dua hal penting yang harus dimiliki fasilitas kesehatan. Pertama, setiap fasilitas kesehatan harus segera mendaftar ke aplikasi PCare (Primary Care) BPJS Kesehatan.

"Tolong komunikasikan terus ke mereka (seluruh faskes) untuk mendaftarkan ke aplikasi PCare karena kalau belum mendaftarkan akan sulit bagi mereka untuk bisa melayani vaksinasi, terutama untuk mencatat dan menangani kalau ada kejadian ikutan pasca imunisasi," ujarnya. Kedua, Budi mengimbau setiap puskesmas yang tidak memiliki lemari pendingin atau kulkas sebagai wadah penyimpanan vaksin, agar segera memberitahu dinas kesehatan setempat. "Seluruh Puskesmas kalau misalnya tidak ada fasilitas lemari es atau pendingin untuk menyimpan vaksin, tolong segera mengontak Dinas Kesehatan terdekat tolong kontak Kementerian Kesehatan, aparatnya terdekat," ujar Budi.

"Kalau perlu juga bisa dikirimkan ke Twitter sama Instagram saya serta Facebook saya. Supaya kami bisa cepat menangani," sambung dia. Budi berharap pelaksanaan vaksinasi yang akan dimulai pada 13 Januari 2021 ini akan berjalan lancar. Tahap pertama akan diikuti 1,6 juta tenaga kerja kesehatan rencanakan selesai di bulan Januari dan Februari.

Kemudian, tahapan berikutnya yang lebih besar yaitu tahapan untuk 17,4 juta tenaga layanan publik serta 21,5 juta rakyat dengan usia lanjut diharapkan bisa mulai di bulan Maret hingga Mei. "Untuk seluruh rumah sakit, seluruh klinik, Puskesmas untuk mendaftarkan ketika ke BPJS dan juga untuk memberitahu kalau misalnya ada kekurangan lemari es atau tempat penyimpanan vaksin dengan suhu tertentu," jelasnya. Satgas Penanganan Covid 19 menjelaskan terkait vaksin Covid 19 yang kini sedang didistribusikan ke berbagai daerah.

Meskipun tahap uji klinik fase 3 belum selesai dilakukan. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) terus melakukan pengawasan terhadap distribusi vaksin yang sedang berjalan. Badan POM juga terus melakukan pengawasan dan evaluasi pengadaan vaksin secara berkala mulai dari tahapan pra klinik, sampai dengan uji klinik fase 1, 2 dan fase 3 yang sedang berlangsung di Bandung, Jawa Barat. Termasuk juga uji klinis yang dilakukan Brazil dan Turki. Uji klinis fase 3 telah selesai, barulah Badan POM mengeluarkan Emergency Use of Authorization (EUA).

Hal itu disampaikan Wiku saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid 19 melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (5/1/2021). "Pada intinya, upaya distribusi yang telah dilakukan ini bertujuan menjamin ketersediaan vaksin yang merata, dengan prosedur kehati hatian dengan memanfaatkan waktu yang ada." "Pemerintah menjamin distribusi vaksin ke berbagai daerah di Indonesia dan dapat efektif tanpa merusak kualitas vaksin," kata Wiku.

Wiku menambahkan, pada saat kedatangan vaksin di Bandara Soekarno Hatta beberapa waktu lalu, Badan POM telah memberi sertifikat Lot Release sebagai upaya dalam mengawal mutu vaksin yang masuk ke Indonesia. Vaksin yang saat ini sedang didistribusikan ke berbagai daerah, akan tetap diawasi dengan melakukan sampling berbasis risiko di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM tingkat provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia. Lalu, terkait penyuntikan vaksin ini, Wiku menegaskan bahwa pemerintah terus berpegang pada prinsip dan prosedur kesehatan yang berlaku.

Penyuntikan vaksin baru akan dijalankan setelah EUA yang didasarkan hasil data saintifik dikeluarkan Badan POM. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *