—Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesi Johnny G Plate berbicara dalam forum ASEAN Ministers Responsible for Information (AMRI) ke 15. Dalam forum AMRI, Johnny G Plate menekankan pentingnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk memajukan kerja sama di kawasan. Lebih penting lagi, dia menjelaskan pertemuan para Menteri Komunikasi dan Informatika se ASEAN ini menekankan pada penggunaan komunikasi publik yang tepat untuk mempromosikan identitas dan komunitas regional yang lebih luas, dukungan ASEAN terhadap multilateralisme, saling menghormati, kedaulatan, kesetaraan, dan yang paling penting, demokrasi.

Menurut dia, nilai bersama demokrasi tidak berdiri dengan sendirinya. Demokrasi dibangun atas pelaksanaan hak hak dasar individu, kebebasan berekspresi dan kebebasan berbicara. Melalui perlindungan, serta menjamin pelaksanaan hak hak tersebut, pelaksanaan demokrasi akan membaik, karena ASEAN berada pada titik itu. Dengan latar belakang ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai nilai demokrasi dan lembaga pemerintahan, dengan memastikan kualitas informasi yang ditransmisikan atau disebarkan dalam lingkup digital dan non digital.

“Sebagai upaya menjaga arus informasi, konstitusi nasional Indonesia mengaturnya, yang menyatakan pentingnya transmisi informasi bebas dalam mendidik dan memberdayakan masyarakat,’ ujarnya. Indonesia juga telah mengambil langkah langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas arus informasi dengan terus memperbarui dan mengembangkan peraturan yang relevan. Hal ini untuk memastikan perlindungan terhadap karya dan ekspresi yang seimbang dengan seluruh kepentingan publik, serta mengikuti dinamika di era disruptif ini.

Pada hal ini, Indonesia meyakini harus ada kerangka kerja untuk memastikan ekosistem yang sama atau adil antara media arus utama konvensional dan platform. Untuk itu kata dia, konvergensi para pemain tersebut membutuhkan regulasi yang tepat untuk memastikan persaingan usaha yang adil dan transaksi etis, sekaligus melindungi publik dan bangsa sebagai konsumen dan pencipta informasi, Hak Kekayaan Intelektual (IPR). “Upaya ini tidak hanya akan memperkuat demokrasi ASEAN tetapi untuk menginspirasi yang lain, untuk bekerja sama dalam melindungi demokrasi. Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia dengan rendah hati mengajak sesama Negara Anggota ASEAN, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bekerja sama untuk memberikan perlindungan bagi hak hak rakyat dalam masyarakat yang demokratis,” jelasnya.

Dalam bergerak menuju komunitas digital, lanjut dia, peran sektor informasi dan media dalam meningkatkan kesadaran ASEAN dan mendukung pilar masyarakat lainnya tidak luput dari perhatian. Dalam hal ini, Indonesia ingin menggarisbawahi upaya AMRI yang berkelanjutan dalam mempromosikan kesiapan digital dan aksesibilitas digital yang inklusif. Termasuk, antara lain peningkatan penyiaran digital, mempromosikan literasi media dan kesehatan siber, peningkatan kapasitas tenaga media, serta mempromosikan teknologi siaran baru. Lebih lanjut ia mengingatkan kemajuan teknologi digital, transformasi digital merupakan salah satu solusi yang diikutserasikan oleh pelaku ekonomi kreatif dalam rangka mengatasi tantangan saat ini.

“Di era digital yang terus bertransformasi ini, sangat penting untuk memaksimalkan manfaat digitalisasi untuk tidak hanya menyebarluaskan informasi, tetapi juga mendorong pemulihan ekonomi yang lebih cepat.” “Upaya harus dilakukan untuk membantu yang paling rentan dan memastikan bahwa tidak ada yang akan tertinggal, yang mana, aksesibilitas terhadap teknologi digital sangat mendesak. Bersama sama kita akan bangkit kembali lebih kuat dan bergerak menjadi ASEAN sebagai komunitas yang inklusif dan terhubung secara digital,” jelasnya.(*)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *