Studi tentang penyakit tulang belakang di Indonesia masih sangat terbatas di kota-kota besar saja. Di Jakarta sendiri yang rata-rata orang yang terkena kelainan tulang belakang adalah wanita berumur 14 tahun. Umumnya, penderita baru akan mengunjungi klinik tulang belakang jakarta apabila drajat kelengkungannya sudah mencapai 20-30 derajat. 

Hal ini tentunya kurang baik, karena sebaiknyaseharusnya penyakit tulang belakang harus diatasi sesegera mungkin. Cara preventif yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit tersebut salah satunya adalah tidak membawa beban berat. 

Tentu saja, membawa beban berat akan menimbulkan berbagai macam kemungkinan penyakit tulang belakang karena manusia sejatinya disarankan hanya dapat membawa beban berat sekitar 25% dari totaltidal berat tubuhnya. 

Apa Saja Resikonya?

Mengangkat beban terlalu berat ternyata memiliki resiko bagi kesehatan, jangan sampai kita mengabaikan hal sepele tersebut., Bberikut resiko jika mengangkat beban terlalu berat :

  1. Patah Tulang Belakang

Patah tulang belakang adalah risiko utama seseorang yang mengangkat beban terlalu berat. Hal ini dapat terjadi karena tekhnik dalam pengangkatan beban tersebut dilakukan kurang tepat atau salah. 

Teknik mengangkat beban berat dilakukan dengan membungkukkan lutut yang dilakukan secara perlahan. Jika dilakukan dengan cara menyentak, kemungkinan besar menyebabkan patah tulang belakang.

  1. Nyeri Sendi (Arthritis)

Mengangkat beban yang dilakukan pada punggung dan bahu seperti penggunaan tas dengan beban terlalu berat sering dilakukan sehari-hari. Namun ternyata,Jika jika kebiasaan ini dilakukan secara sering dan menjadi kebiasaan gaya hidup maka akan mengakibatkan peradangan sendi yang serius.

  1. Kelainan Tulang Belakang (Skoliosis)

Skoliosis atau kelainan tulang belakang terjadi dengan pertumbuhan tulang belakang yang miring hingga membentuk huruf S maupun huruf C. Hal ini dapat mempengaruhi postur tubuh manusia. Kelainan ini bisa disebabkan oleh beberapa hal baik genetik atau kebiasaan, biasanya disebabkan oleh seperti penggunaan tas yang hanya menitik beratkan pada salah satu sisi saja dan cara duduk orang tersebut.

  1. Kerusakan Jaringan Tulang

Kebiasaan membawa beban berat merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan kerusakan pada jaringan tulang manusia secara menyeluruh. Jika sudah terjadi kerusakan jaringan pada tulang manusia maka akan menyebabkan masalah lain yang diawali dari terhambatnya sistem motorik hingga menyebabkan stroke.

  1. Kepadatan Tulang Mengikis

Pengikisan yang terjadi pada tulang juga diakibatkan oleh kebiasaan membawa beban berat yang buruk. Kebiasan buruk dalam mengangkat beban berat yang tidak segera dihilangkan dapat menimbulkan masalah ini yang ditandai dengan rasa nyeri dan sakit yang sangat luar biasa menyakitkan.

  1. Mempercepat Osteoporosis

Osteoporosis biasanya dialami oleh orang – orang yang sudah berumur, namun hal ini dapat terjadi lebih cepat karena disebabkan oleh pengikisan tulang. Pengikisan tulang dapat terjadi jika seseorang memiliki kebiasaan buruk membawa beban berat.

Waspada Resiko Beban Berat

Setelah mengetahui apa saja resiko yang dapat ditimbulkan seseorang yang melakukan kebiasaan buruknya yaitu mengangkat beban yang terlalu berat, apakah kamu sudah sadar untuk menghilangkan kebiasaan tersebut? Yuk kita jaga kesehatan tulang belakang kita!

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *